Disebut Dapat Pembiayaan 1,5 Triliun, Ini Klarifikasi PBNU


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pemberitaan yang dirilis tribunnews.com dengan judul �Kementerian Keuangan Salurkan Pembiayaan Rp 1,5 Triliun ke PBNU�, 24 Februari 2017 yang lalu sebagai bentuk framing negatif media kepada NU.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ishfah Abidal Aziz mengatakan, judul berita tersebut tak sesuai dengan realita yang terjadi. Menurutnya kerjasama Kementerian Keuangan terkait program itu dengan nominal mencapai Rp 1,5 Triliun tersebut tak hanya dilakukan bersama PBNU, namun juga dengan ormas lain.

�Judul berita tersebut sesat dan menyesatkan, karena tidak sesuai dengan isi berita dan juga tidak sesuai dengan realitasnya,� katanya dilaman facebook pribadinya, Sabtu 15 Juli 2017.

Mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia DI Yogyakarta ini menilai, berita tersebut dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk membangun kesan negatif terhadap NU. Mereka dengan sengaja memviralkan berita itu di media sosial dengan tujuan merusak citra organisasi besutan KH Hasyim Asy�ari ini.

�Seolah-olah NU melalui PBNU memperoleh bantuan dari Pemerintah sebesar 1,5 Triliun, angka yang cukup fantastis,� tegasnya.

Selain berita lama (Februari lalu), lanjut Ishfah, isi beritanya pun tidak sesuai ralita. Ishfah menjelaskan, alokasi kredit usaha mikro 1,5 Triliun itu adalah diperuntukkan untuk Warga Negara Indonesia, bukan hanya warga NU dan disalurkan melului sejumlah ormas.

�Yang bekerjasama dengan Pemerintah terkait program ini juga bukan hanya PBNU. Jadi, nilai 1,5 Triliun itu adalah alokasi kredit usaha mikro yang akan disalurkan oleh Pemerintah di tahun 2017, melalui berbagai sarana dan kerjasama,� tukasnya. AZ.


Sumber: fb. Kyai Ishfah Abidal Aziz / 
              radarbangsa.com


Subscribe to receive free email updates: