Pengamat: Operasi Intelijen Gagal Total Menangkan Ahok, Meski Sudah Kerahkan Ratusan personel



  Yes  Muslim  - Salah satu sebab petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat kalah telak adalah gagalnya operasi intelijen yang dijalankan Badan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta.

Pengamat kebijakan publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah mengungkap, setelah pencoblosan putaran pertama, Badan Kesbangpol DKI Jakarta di bawah komando Darwis M Adji ditugaskan Basuki untuk melakukan operasi intelijen di kantong-kantong wilayah dimana Basuki-Djarot menelan kekalahan.

Operasi rahasia yang menelan biaya APBD DKI tidak sedikit itu, kata Amir, melibatkan 238 personel yang umumnya berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

“Target operasi intelijen itu Basuki-Djarot bisa menang di basis-basis pemilih Anies-Sandi,” kata Amir di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (21/4).

Basis wilayah yang dimenangkan Anies-Sandi pada putaran pertama lalu yakni Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Sementara Basuki-Djarot berjaya di Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu.

“Operasi intelijen Kesbangpol ternyata gagal total. Justru Anies-Sandi sukses meraih suara terbanyak di kantong-kantong suara Basuki-Djarot,” ujar Amir.

Atas kegagalan operasi intelijen tersebut, kata Amir, wajar apabila kemudian Basuki mempertimbangkan jabatan Darwis selaku Kepala Badan Kesbangpol DKI.

“Kita tunggu saja sanksi yang akan diberikan Basuki dalam waktu dekat,” pungkas Amir.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

Subscribe to receive free email updates: